Jumat, 08 Maret 2013

Mengenal Sifat - Sifat Anak

Kata orang, setiap anak membawa sifat masing-masing. Kata-kata ini sepertinya tak terlalu salah. Banyak memang sifat-sifat anak yang sebaiknya diketahui para orang tua. Dengan begitu, orang tua juga bisa mencari cara menghadapi anak-anak mereka.

1. EGOIS
Sifat egois atau keras kepala seringkali memang membuat orang tua kehilangan kesabaran. Umumnya, anak yang egois mau menang sendiri, tidak mau mendengarkan orang lain dan harus dituruti semua keinginannya. Bila tidak, segala jurus ancaman pun akan ia lontarkan, dari mogok makan, tak mau belajar sampai berguling-guling di lantai.


Yang harus dilakukan:
Jangan panik bila menghadapi anak yang egois. Tak perlu marah, hadapi dengan lembut dan sabar. Banyak cara bisa dilakukan untuk menghadapi anak bertemperamen keras. Yang terpenting adalah memberikan pengertian dan pengarahan. Ingat, umumnya anak-anak belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Yang ada dalam pikiran mereka adalah mengerjakan atau melakukan sesuatu hanya untuk kesenangannya. Jadi, tugas Anda sebagai orang tua adalah memberikan pengarahan dan pengertian pada si anak.


2. PERAJUK
Ciri anak perajuk adalah suka ngambek dan cenderung cengeng. Hampir sama dengan anak egois, hanya saja anak perajuk belum tentu keras kepala. Biasanya, anak akan ngambek bila orang tua kurang memberikan perhatian padanya. Misalnya, “Ma, rambut Ella bagus enggak dikuncir seperti ini?” Karena sang mama tidak memberikan komentar dan hanya menggangguk, anak pun ngambek.


Yang harus dilakukan:
Sama seperti menghadapi anak egois, menghadapi anak yang hobi ngambek juga butuh kesabaran. Jika tidak, emosi Anda sebagai orang tua bisa terpancing. Mungkin bagi kita, menggangguk saja sudah cukup, namun bagi anak lain lagi. Ia perlu action dari Anda. Anda bisa mengatakan misalnya, “Oh, bagus sekali. Coba Mama lihat kuncirnya. Hmm… ternyata anak Mama sudah pintar menguncir rambut sendiri!” Perhatian dan komentar Anda akan membuat anak senang.
Bila anak gampang merajuk, cobalah untuk membujuknya. Jangan dengan kekerasan, karena hal itu justru akan berdampak tak baik bagi perkembangan jiwanya.


3. PEMALAS
Sifat anak yang pemalas biasanya tidak mau mengerjakan pekerjaan atau tugas yang diberikan padanya. Misalnya, merapikan tempat tidur, buku pelajaran atau mainannya. Ia mengandalkan orang lain untuk mengerjakannya.


Yang harus dilakukan:
Beri anak pengertian dan contoh. Misalnya, setelah bangun tidur, tempat tidur harus dirapikan. Ajak ia untuk turut serta melakukan kegiatan tersebut. Walaupun mungkin di rumah ada pembantu, berikan pengertian pada anak bahwa tidak selamanya ada “si mbak” yang bisa membantunya.
Latih anak-anak untuk memiliki tanggungjawab sejak dini. Bukan pekerjaan berat, cukup yang ringan saja. Seperti merapikan tempat tidur, mainan ataupun rak buku pelajaran. 


4. NAKAL  

Sifat nakal atau bandel wajar dimiliki oleh anak-anak. Biasanya mereka cenderung aktif, usil dan tak takut bahaya. Selain itu, anak umumnya juga punya banyak akal. Contoh perilaku mereka antara lain hobi berkelahi, mengejar layang-layang, memanjat pohon tinggi, jahil pada temannya, dan sebagainya.

Yang harus dilakukan:
Tak perlu memarahi atau melarangnya bermain. Coba pantau kegiatannya sehari-hari. Sejauh yang dilakukannya tidak membahayakan dirinya dan orang lain, kenapa harus dilarang? Biarkan mereka melakukannya karena hal itu akan menjawab rasa penasarannya.
Lain hal jika yang dilakukan anak membahayakan dirinya dan orang lain. Tak ada salahnya menegur dan memberi pengertian pada anak. Yang terpenting dalam menghadapi anak nakal adalah jangan bosan menasihati dan membimbingnya. Arahkan anak agar menjadi anak yang baik dan sopan.


5. PENDENDAM
Ciri anak pendendam adalah “menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalasnya di kemudian hari. “Awas, besok kubalas kamu!” begitu biasanya mereka mengancam “lawan” mereka. Biasanya, anak baru merasa puas bila sudah dapat membalas rasa sakit hatinya.


Yang harus dilakukan:
Yang utama, jangan biarkan sifat pendendam bersarang dalam diri anak-anak. Pasalnya, sifat ini bisa merusak mental mereka. Anak akan berpikir bahwa apa yang dilakukannya benar. Berikan pengertian pada anak bahwa “sifat mendendam” itu tidak baik. Selain dilarang agama, nantinya juga akan membuat mereka dijauhi oleh teman-teman mereka. Tanamkan pada diri anak bahwa tidak selamanya kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. 


6. PEMALU
Menutup diri, tak banyak bicara, itulah sebagian ciri-ciri dari anak pemalu. Seorang anak pemalu jarang sekali memulai pembicaraan sebelum diajak berbicara oleh orang lain. Pribadinya sangat tertutup, sehingga sulit menebak isi hatinya. Selain itu, anak pemalu juga terkesan kuper alias kurang pergaulan. Mereka juga akhirnya jarang bergaul dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.


Yang harus dilakukan:
Cara tepat menghadapi anak pemalu adalah melatih dirinya agar berani tampil dan berbicara di depan umum. Misalkan dengan mengikutsertakan dalam kegiatan sekolah, seperti tari, karate ataupun vokal grup. Engan begitu, mereka akan terbiasa berhadapan dengan orang banyak. Hal ini akan membantu anak untuk berinteraksi dan mengemukakan pendapatnya. Ini juga akan membuat ruang lingkup pergaulannya menjadi luas. Dengan demikian, diharapkan anak tak lagi menjadi pribadi yang tertutup.


7. PERIANG
Lincah, ramah dan senang bergaul merupakan ciri-ciri anak yang periang. Umumnya, anak periang memiliki banyak teman, karena kepribadian mereka yang hangat. Mereka memang senang bersahabat. Jarang sekali murung dan selalu bergembira.


Yang harus dilakukan:
Meski sifat periang lebih banyak memberikan nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, Anda perlu mengingatkan anak agar dapat menempatkan diri kapan harus gembira dan kapan turut merasakan duka orang lain. Beritahu, bila ada temannya yang sedang bersedih, sebaiknya ia jangan bergembira. Jadi, pintar-pintarlah menempatkan diri.


sumber:  http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=612

Categories

ahlak ahlak anak aktifitas anak aktivitas anak anak anak anak anak anak belajar anak balita anak bayi menangis anak belajar anak belajar matematika anak belajar mewarnai anak berbakat anak berbohong anak berjalan anak berkomunikasi anak bermain anak berprilaku negatif anak bersikap baik anak cerdas anak demam anak disiplin anak egois anak fobia anak fobia sekolah anak fobia sosial anak gemar membaca anak kursus anak makan anak marah anak membaca anak menangis anak mencontek anak mengadu anak mengalami fobia anak menghargai anak minta maaf anak nakal anak patuh anak pemalu anak penakut anak pintar anak puasa anak sehat anak sekolah anak sholeh anak soleh anak suka belajar anak suka berbohong anak suka mengadu anak takut anak tk anak uatis anak usia dini aturan untuk anak bagaimana cara mengganti balita balita cerdas batita batita belajar bayi bela diri belajar belajar matematika belajar melalui permainan belajar sambil bermain belajar tata krama berkebun bermain bermain anak usia dini bicara buah-buahan buku cerita binatang cara anak sehat cara melatih anak cara melatih anak puasa cara melatih balita bicara cara memahami anak cara membuat aturan untuk anak cara memiliki anak sehat cara menabung cara mencegah balita marah cara mencegah balita mengamuk cara mencerdasakan anak cara mendidik anak cara mendidik anak cerdas cara mendidik anak disiplin cara mendidik anak EQ cara mendidik anak hiperaktif cara mendidik anak pemalu cara mendidik anak pintar cara mendidik anak sikat gigi cara mendidik anak supaya sehat cara mendidik anak tk cara mendidik balita cara mendidik batita cara mendidik bayi cara mengajari anak disiplin cara mengajari anak puasa cara mengatasi anak marah cara mengatasia nak berbohong cara mengatur anak cara merawat bayi cerita anak ciri-ciri anak egois demam anak demam pada anak dongeng anak dongeng untuk anak dunia anak dunia anak anak dunia anak belajar dunia balita dunia bayi dunia belajar anak egois faktor apenyebab nak berbohong faktor pertumbuhan anak fobia fobia pada anak fobia sekolah fobia sosial gaya hidup sehat gigi anak gigi anak anak gigi pada anak gizi anak gizi anak pra sekolah gizi anak sekolah gizi balita gizi pada anak gizi untuk anak IQ jadwal anak karakter anak kebersihan tubuh kebiasaan buruk anak kebiasaan buruk balita kebiasaan mencontek kecerdasaan anak kecerdasan kecerdasan anak kecerdasan anak usia dini kegiatan anak kegiatan anak usia dini kegiatan fisik anak kelebihan minum susu keluarga kemarahan balita kesehatan anak kesehatan bayi kesehatan gigi anak ketakutan pada anak keterampilan tangan komunikasi kreatifitas anak kreativitas anak mainan mainan anak mainan anak anak mainan anak balita mainan anak bayi mainan anak edukatif mainan bayi mainan edukatif mainan untuk anak makan bayi makan bergizi makan sayur makanan makanan anak makanan balita makanan bayi makanan bergizi makanan bergizi untuk bayi makanan sehat makanan sehat untuk bayi makanan untuk bayi manfaat anak bermain manfaat cerita untuk anak manfaat dongeng manfaat jadwal anak manfaat mainan manfaat puzzle manfaat sarapan manfaat susu melatih anak bicara melatih anak puasa melatih balita bicara melatih motorik anak melatih motorik kasar melatih potensi anak memahami anak membaca membangun komunikasi mencegah anak egois mencegah balita marah mencegah balita mengamuk mencontek mendidik anak mendidik anak anak mendidik anak autis mendidik anak balita mendidik anak bandel mendidik anak bekerjasama mendidik anak beladiri mendidik anak cerdas mendidik anak dalam islam mendidik anak dengan sabar mendidik anak disiplin mendidik anak EQ mendidik anak hiperaktif mendidik anak karate mendidik anak kreatif mendidik anak mandi sendiri mendidik anak mandisi mendidik anak melalui cerita mendidik anak melalui maianan mendidik anak melalui permainan mendidik anak mengenal internet mendidik anak nakal mendidik anak pemalu mendidik anak pintar mendidik anak puasa mendidik anak secara islami mendidik anak sejak dini mendidik anak seni bela diri mendidik anak sholat mendidik anak sikat gigi mendidik anak supaya sehat mendidik anak tata krama mendidik anak tidak ngompol mendidik anak TK mendidik anak usia dini mendidik balita mendidik balita cerdas mendidik balita pintar mendidik batita mendidik bayi mendidik bayi dalam kandungan mendidik bayi pintar mendongeng untuk anak mengajar anak mengajar anak bersikap baik mengajar anak usia dini mengajari anak mengajari anak bekerja sama mengajari anak bicara mengajari anak disiplin mengajari anak EQ mengajari anak hidup sehat mengajari anak kreatif mengajari anak makan sayur mengajari anak menabung mengajari anak menghadapi situasi darurat mengajari anak puasa mengajari anak sholat mengajari anak sikat gigi mengajari anak tata krama mengajari anak tidak ngompol mengajari balita mengajari balita amkan sayur mengajari balita bicara mengajari pertahanan diri mengajari tata krama mengaktifkan otak kanan mengaktifkan otak kiri mengatasi anak berbohong mengatasi anak demam mengatasi anak egois mengatasi anak marah mengatasi anak menangis mengatasi anak mencontek mengatasi anak mengadu mengatasi fobia mengatasi fobia anak mengatasi fobia pada anak mengatasi fobia sosial anak mengatasi kebiasaan buruk mengatasi kemarahan anak mengatasi rasa takut mengembangkan kecerdasan anak mengembangkan potensi anak mengenal sifat anak menghadapi anak hiperaktif menghadapi situasi darurat menghargai perbedaan menghilangkan stres anak menghilangkan stres balita mengobati anak demam mengurus bayi meningkatkan kecerdasan anak meningkatkan perkembangan otak menjaga kebersihan menjaga kesehatan anak menu balita menu makanan menyiapkan sarapan merangsang perkembangan bayi merawat anak bayi merawat bayi merawat bayi baru lahir merawat kulit minta maaf minum susu motivasi anak motorik kasar motorik kasar anak musik musik anak olahraga untuk anak olahraga untuk balita origami otak bayi otak kanan otak kiri paud paud pendidikan anak usia dini pembelajaran anak usia dini pendamping ASI pendengar pendengar yang baik pendidikan anak pendidikan anak dalam islam pendidikan anak dalam keluarga pendidikan anak usia dini pendidikan anak usia dini paud pendidikan balita pendidikan keluarga pendidikan terbaik pendidikan untuk anak pengaruh musik pengaruh negatif pengaruh negatif pada anak pengaruh tv pengembangan anak usia dini penyebab anak egois penyebab anak menangis penyebab anak pemalu penyebab anak suka berbohong penyebab fobia penyebab fobia pada anak peran ibu peranan ibu perawatan bayi perawatan kulit perawatan mulut perbedaan anak perhatian negatif perilaku anak perkembangan anak perkembangan anak usia dini perkembangan bahasa anak perkembangan bahasa anak usia dini perkembangan balita perkembangan bayi perkembangan jiwa anak perkembangan kecerdasan anak perkembangan ketrampilan bayi perkembangan otak perkembangan otak anak perkembangan otak bayi perkembangan psikologi perkembangan psikologi anak. permainan permainan anak pertumbuhan anak pertumbuhan otak pertumbuhan otak anak pola asuh pola pikir anak popok bayi potensi anak psikologi anak psikologi perkembangan anak puzzle sarapan sarapan untuk anak sayuran seni seni bela diri sifat anak sifat balita sifat-sifat anak stimulasi anak stimulasi bayi stres anak stres balita susu susu anak susu bayi tanda fobia sekolah teknik berbicara dengan anak. teknik berkomunikasi tips agar anak tidak ngompol tips anak tips anak sehat tips bepergian tips jalan-jalan tips melatih balita bicara tips memiliki anak sehat tips menabung tips mendidik anak tips mendidik balita tips mendidik bayi tips mengajari anak makan sayur. tips mengatasi anak marah tips mengatasi rasa takut tips menyiapkan sarapan tips merawat bayi tips merawat bayi baru lahir tips perjalanan dengan bayi tips praktis sarapan tujuan pendidikan anak tumbuh gigi anak tumbuh kembang tumbuh kembang anak tumbuh kembang balita tumbuh kembang bayi usia dini vara mengajari anak sikat gigi