Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

Cara Merangsang Perkembangan Otak Bayi

Cara Merangsang Perkembangan Otak Bayi

Menurut para ahli, lingkungan tempat di mana bayi dibesarkan sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Pada tahun pertama dalam kehidupan bayi Anda, sistem otak mulai terbentuk dengan cepat. Aktivitas otak sudah mulai membentuk hubungan elektrik sangat kecil yang disebut sinapses. Sejumlah rangsangan yang diterima bayi secara langsung mempengaruhi pembentukan sinapses ini.

Rangsangan yang senantiasa berulang akan menguatkan hubungan-hubungan tersebut dan membuatnya menjadi permanen, sementara rangsangan lain yang tidak banyak berulang lama-lama akan hilang. Dengan demikian tahun pertama itu merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan otak bayi.

Periode ini (perkembangan otak dan pembentukan jaringan kerja otak) merupakan periode intensif yang hanya terjadi sekali dalam seluruh kehidupan seseorang. Sebagai orangtua, tentu Anda tak ingin melewatkan kesempatan emas yang sangat singkat ini, bukan?

Berikut ini beberapa hal menakjubkan yang pernah ditemukan:

- Bayi memiliki suatu kebutuhan biologis dan keinginan untuk belajar
- Jaringan kerja sinapses yang terbentuk dalam otak bayi nyaris komplet setelah tiga tahun pertama.
- Semakin banyak rangsangan yang dialami bayi, sirkuit dalam otak akan semakin meningkat dan dapat mengembangkan kemampuan belajar bayi Anda di masa depan.
- Otak bayi memiliki pilihan yang jelas untuk gambaran-gambaran yang sangat berbeda satu sama lain.
- Kemampuan otak bayi dapat menurun atau meningkat sekitar 25 persen, tergantung lingkungan dan rangsangan yang diterimanya.
- Rangsangan visual memiliki banyak keuntungan seperti; meningkatkan keingintahuan, konsentrasi dan kemampuan atentivitas.
- Permainan bayi yang paling baik adalah Anda sendiri. Buat kontak sebanyak mungkin dengan bayi Anda!


Cara merangsang otak si kecil
1. Cinta. Cinta dan perhatian merupakan kebutuhan riil pertama. Bayi Anda tidak pernah mengatur atau memanipulasi Anda. Dia sangat butuh cinta mesra Anda. Cinta Anda yang tidak terbatas memperkuat penghargaan diri dan meningkatkan perkembangan sirkuit otak bayi Anda.
2. Bicaralah pada bayi Anda sesering, selembut mungkin dengan kasanah kata sebanyak mungkin, serta berbagai ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit bayi Anda, sebab dia sudah mulai mendengarnya sejak ada di kandungan.
3. Jawab permintaan bayi Anda (misalnya mencoba memahami tangisan bayi Anda) tanpa ragu-ragu. Hal ini akan mengajarkan pada bayi Anda untuk berani berkomunikasi dengan orang lain, dan memberi stabilitas emosi dan kepercayaan yang tinggi untuk dia.
4. Sentuh bayi Anda. Para ahli menemukan bahwa bayi prematur yang dibelai akan tumbuh lebih cepat, sedikit menangis, dan akan segera diperbolehkan pulang dari rumahsakit daripada yang tidak dibelai.
5. Ekspresi yang positif. Bayi Anda akan hafal dan paham betul suara, ekspresi wajah, dan gerak Anda. Maka buatlah dia kenal ekspresi dan suara yang positif.
6. Biarkan bayi Anda mengalami lingkungan yang berbeda; ajak jalan-jalan, tunjukkan hal-hal yang menarik di sekitar lingkungan Anda.
7. Biarkan Bayi Anda mengenali berbagai tekstur dan temperatur (tentu jangan terlalu dingin, panas, atau keras). Sediakan lingkungan yang aman bagi eksplorasi bayi, karena pengenalan yang dilakukannya memang butuh waktu.
8. Bacakan buku-buku. Walaupun bayi Anda belum bisa mengikuti atau membaca, namun gambar-gambar dan suara Anda baik buat dia.
9. Mainkan musik atau biarkan bayi Anda mendengarkan musik seperti musik klasik (Mozart misalnya). Penelitian membuktikan bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan neuron-neuron otak bayi.
10. Ketika Anda frustrasi karena bayi Anda menjatuhkan susu ke lantai, ingatlah bahwa dia melakukan itu karena sedang mencoba mengenali dunia.

Rabu, 05 Juni 2013

Tips Merawat Kulit Bayi Agar Selalu Sehat



Menjaga dan merawat kulit bayi harus diperhatikan karena kulitnya yang sangat sensitif.  Salah satu langkah merawat kulit bayi adalah dengan memandikannya secara teratur, termasuk mengganti popok dan membersihkannya. Apabila kulit bayi tidak dijaga dan dirawat maka bayi sering mengalami alergi, iritasi, ruam dan biang keringat.

Adapun beberapa tips menjaga dan merawat kulit bayi adalah :

1. Bersihkan kulit bayi dari kotoran yang menempel di kulit.

2. Mandikan bayi dua kali sehari untuk membantu membersihkan kulit bayi, namun jangan lupa perhatikan suhu air mandi jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Pilih sabun yang lembut dengan PH 4,5-5 dan agak berminyak untuk mencegah iritasi pada kulit bayi.

3. Bersihkan kotoran yang menempel di sela-sela jari, ketiak dan selangkangan.

4.  Gunakan handuk yang lembut setelah bayi selesai mandi.

5. Setiap buang air besar, bilas anus dan daerah sekitarnya dengan menggunakan air bersih, bila menggunakan tisu atas kapas basah pilih yang tanpa alkohol karena dapat menyebabkan iritasi.

6. Selesai dikeringkan dengan handuk, oleskan dengan krim ataupun lotion yang dapat mempertahankan dan menambah kelembaban kulit bayi.

Tujuan dari merawat dan menjaga kulit bayi adalah untuk mempertahankan fungsi kulit sebagai pelindung dan mencegah terjadinya iritasi.

Sabtu, 01 Juni 2013

Stimulasi Yang Tepat Untuk Bayi 6 – 9 Bulan



Setiap orang tua tentulah ingin buah hatinya berkembang sesuai tahap - tahap  perkembangan yang harus dicapai. Untuk itu orang tua harus sering menstimulasi bayinya. Namun dalam memberikan stimulasi pada bayinya, ada 4 hal cara stimulasi bayi yang benar benar harus diperhatikan, yaitu :

Pertama adalah bicaralah selalu padanya, apa pun yang Anda lakukan ajaklah bayi Anda berbicara. Tataplah matanya dan bicaralah perlahan-lahan. Bayi  sedang mendengarkan suara maupun kata - kata yang Anda ungkapkan dan bayi pun belajar untuk meresponnya.

Kedua adalah biarkan bayi bermain di lantai, tentunya lantai harus bersih dan aman, seringlah menaruh bayi dilantai untuk merangsangnya lebih leluasa bergerak dan bisa mengontrol gerakannya. Jangan sering menggendong atau menaruh bayi dikereta dorongnya. Meski aman baginya namun tidak membantunya mengembangkan otot - otot geraknya.

Ketiga adalah berikan aktivitas fisik, berrmainan permainan yang menggunakan fisik akan membantu perkembangan dan kerja otot - otot tubuhnya. Orang tua bisa membantu, misalnya, meletakan bayi dalam posisi terlentang kemudian menggerakan kedua kakinya seolah membuat gerakan mengayuh sepeda. Bisa juga dengan menegakkan bayi sambil kita pegang tubuhnya, lalu biarkan ia melakukan loncatan - loncatan dengan kedua kakinya atau bermain di lantai dengan merangkak dan mengejarnya.

Keempat adalah dengan memberikan pujian, setiap kali bayi menunjukan kemajuan pesat berilah pujian, ia pasti sering dan bersemangat untuk selalu mencoba serta mengulang kembali kemampuannya.

Rabu, 22 Mei 2013

Tips Membantu Perkembangan Pengelihatan Bayi


Saat bayi pertama kali membuka mata dan memandang kedua orangtuanya merupakan salah satu momen terindah dalam rekaman hidup para orang tua.  Namun jangan galau apabila hal itu tidak segera terjadi.

Penglihatan bayi  membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk dapat berkembang sepenuhnya. Memahami perkembangan penglihatan bayi dan hal-hal yang dapat membantunya berkembang dengan baik, dapat membantu memastikan bahwa anak Anda memiliki penglihatan yang baik dan menikmati dunianya sepenuhnya.

Perkembangan penglihatan dimulai sejak dalam kandungan
Tips:   rajin melaksanakan antenatal care dan mematuhi instruksi dokter obsgyn menyangkut nutrisi yang baik, suplemen dan penggunaan obata-obatan selama kehamilan.

Penglihatan bayi segera setelah dilahirkan
Segera setelah dilahirkan bayi hanya dapat melihat hitam, putih dan abu-abu.  Sel-sel saraf pada retina dan otak yang mengontrol penglihatan belum berkembang sempurna.  Bayi juga belum bisa berakomodasi (memfokuskan penglihatannya pada jarak dekat).

Tips: Anda tidak perlu terlalu khawatir bila bayi Anda nampak belum dapat memfokuskan penglihatannya pada suatu benda termasuk wajah Anda. Mintalah kepada dokter anak Anda untuk memeriksa kemungkinan adanya kelainan neonatal pada mata agar dapat terdeteksi secara dini dan meminimalkan dampaknya pada perkembangan penglihatan.

Penglihatan bayi di bulan pertama
Mata bayi pada bulan pertama kehidupannya belum sensitif terhadap cahaya.  Kemampuan bayi menyadari hadirnya cahaya 50 kali lebih rendah dibandingkan kemampuan orang dewasa.

Kemampuan penglihatan warna mulai berkembang, dalam 1 minggu setelah dilahirkan bayi dapat melihat merah, oranye, kuning, dan hijau., baru kemudian warna biru dan violet.  Ini dikarenakan cahaya biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan reseptor warna biru hanya sedikit terdapat pada retina.

Tips:
·         Lampu di kamar bayi boleh menyala, ini tidak akan mengganggu tidurnya dan membantu ortu bila akan mengecek bayinya
·         Dekorasilah kamar bayi anda dengan warna-warna terang , cerah dan kontras.  Gantungkan mainan di atas tempat tidur bayi dengan berbagai warna dan bentuk.

Perkembangan penglihatan di bulan 2-3
Tajam penglihatan bayi mulai berkembang di bulan-bulan ini dan kedua matanya mulai  bekerja sama dengan baik.  Bayi Anda sudah dapat mengikuti benda yang bergerak dengan matanya dan mencoba meraihnya.  Pada tahap ini bayi juga mulai dapat melirik dari satu benda ke benda yang lain tanpa harus menggerakkan kepalanya.   Matanya mulai sensitif terhadap cahaya pada umur 3 bulan, kemampuan mendeteksi cahaya hanya 10 kali lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Tips:
·         Tambahkan beberapa benda di kamar bayi dan sering  mengubah letak tempat tidurnya
·         Bicaralah kepada bayi sambil Anda berjalan di sekeliling kamar tidurnya
·         Biarkan lampu tidur menyala untuk memberikan rangsangan visual pada saat mereka terbangun dari tidurnya
·         Pada saat tidur sebaiknya bayi posisinya terlentang untuk mneghindari ‘sudden infant death syndrome’ (SIDS), pada saat bangun sebaiknya bayi ditengkurapkan (sambil Anda awasi) agar bayi memperoleh pengalaman visual dan motorik yang optimal.

Perkembangan penglihatan di bulan 4-6
Menjelang umur 6 bulan, pusat penglihatan di otak sudah semakin berkembang sehingga memungkinkan bayi untuk melihat lebih jelas dan menggerakkan matanya lebih cepat dan akurat saat mengikuti benda bergerak.  Tajam penglihatannya sudah hampir setajam orang dewasa demikian pula penglihatan warnanya.

Koordinasi mata dan tangan juga sudah lebih baik, memungkinkan mereka melokasikan dan mengambil benda dengan cepat dan secara akurat mengarahkan botol/benda lainnya ke mulut mereka.

Tips: Umur 6 bulan adalah saat dimana bayi dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan penglihatannya yang pertama ke dokter mata.

Perkembangan penglihatan di bulan 7-12
Buah hati Anda saat ini sudah banyak bergerak dan merangkak ke mana-mana.  Penilaiannya tentang jarak semakin baik dan semakin akurat saat meraih dan melemparkan suatu benda.  Ini adalah tahap perkembangan yang sangat penting.  Pada tahap ini, bayi mengembangkan kewaspadaan terhadap tubuhnya dan belajar mengkoordinasikan penglihatannya dengan pergerakan tubuh.

Ini juga tahapan dimana dibutuhkan ketelatenan dari pihak ortu untuk menjaga anaknya dari segala bahaya.  Bayi dapat saja terluka karena mereka mulai mengeksplorasi lingkungan.

Tips: Untuk menstimulasi perkembangan koordinasi mata-tangan-tubuh bayi, turunlah ke lantai bersama buah hati. Tempatkan mainan favorit bayi Anda di luar jangkauannya dan semangatilah agar ia merangkak dan meraihnya. Berikan juga mainan dimana bayi dapat memisah - misahkannya dan menyatukannya kembali.

Perkembangan penglihatan umur 1-2 tahun
Menjelang umur 2 tahun, koordinasi mata-tangan-tubuh dan ‘depth perception’ ( kemampuan memperhitungkan jarak)  anak harus sudah terbentuk dengan baik.  Anak-anak di usia ini sangat tertarik untuk mengeksplorasi lingkungan, melihat-lihat, dan mendengarkan.  Mereka mengenali benda-benda yang familiar, gambar-gambarpada buku dan suka corat-coret dengan crayon atau pensil.

Tips:
·         Gulingkan bola ke depan dan belakang untuk membantu anak mengikuti benda dengan matanya
·         Berikan anak  balok-balok susun dan bola-bola dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk merangsang ketrampilan motorik halus dan perkembangan otot kecil
·         Baca atau ceritakan cerita untuk merangsang kemampuan anak memvisualisasikan dan merangsang ketrampilan belajar dan membaca.

Rabu, 15 Mei 2013

Makanan Pendamping ASI


Makanan pendamping ASI (air susu ibu) adalah makanan atau minuman yang mengandung nutrisi yang sesuai untuk bayi dan cocok diberikan sebagai pelengkap ASI setelah bayi mencapai umur tertentu. Makanan dan minuman pendamping ini biasanya diberikan kepada bayi yang berusia diatas 6 bulan. Pada usia tersebut bayi dipandang sudah siap diperkenalkan dengan makanan selain ASI yang sesuai untuk dirinya.

Makanan pendamping ASI (disingkat MPASI) ini bukanlah makanan pengganti air susu ibunya, sebab walau bagaimanapun ASI masih harus tetap diberikan. Makanan dan minuman tersebut diberikan karena bayi sudah semakin besar dan memerlukan nutrisi lain yang dibutuhkannya, yang tidak dapat dipenuhi oleh ASI. Memberi makanan dan minuman pendamping untuk bayi harus hati-hati dan bertahap karena sistem pencernaan bayi yang belum siap sepenuhnya. Nah, bagaimana cara memberi makanan pendamping asi, yuk simak uraian berikut ini :  

Tanda-tanda bayi siap dengan makanan pendamping ASI
Bayi yang sudah siap menerima makanan pendamping air susu ibu biasanya akan menunjukkan tanda-tanda tertentu, baik secara fisik maupun secara psikologis. Tanda bayi siap secara fisik misalnya : bayi sudah jarang muntah atau berhenti sama sekali, bayi mampu menelan makanan semi padat, mampu memindahkan makanan dari bagian depan mulut ke belakang, bayi sudah bisa menahan kepala agar tetap tegak, sudah bisa duduk dengan atau tanpa bantuan, serta bisa menjaga keseimbangan tubuh.

Sedangkan secara psikologis, tanda bayi siap menerima makanan pendamping asi misalnya : bayi mampu membuka mulutnya sebagai tanda ingin makan, menunjukkan rasa lapar dengan mendekati makanan, jika sudah kenyang bayi akan membuang muka atau menjauh dari makanan, bayi terlihat lebih mandiri dan eksploratif, serta tanda-tanda lain yang menunjukkan ketertarikan pada makanan atau minuman kesukaannya.

Contoh makanan pendamping air susu ibu
Makanan untuk pendamping asi haruslah memiliki tekstur yang lembut. Hal ini untuk menyesuaikan dengan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Untuk tahap pengenalan makanan tersebut malahan bentuknya harus cair menyerupai ASI, misalnya bubur susu.

Bubur susu adalah makanan campuran yang dibuat dari beras yang ditumbuk halus kemudian dimasak sampai menjadi bubur. Jika sudah dingin dan siap dihidangkan bubur tersebut dicampur dengan ASI, sehingga disebut bubur susu. Bubur susu merupakan contoh makanan pendamping asi yang memiliki tekstur yang lunak atau lembut. Selain tekstur, yang harus diperhatikan saat membuat bubur susu adalah soal  kebersihannya.

Makanan untuk pendamping asi sebaiknya berupa makanan olahan sendiri dan bukan makanan kaleng atau hasil pabrik. Keuntungan makanan olahan sendiri adalah lebih fresh, bebas dari bahan pengawet, serta kebersihannya bisa langsung dikontrol. Selain itu dari segi ekonomi juga lebih murah. Makanan MPASI hasil olahan pabrik hanya diberikan manakala situasinya mendesak seperti bencana alam.

Sebagai selingan, selain bubur susu, makanan atau minuman pendamping yang juga dianjurkan adalah jus buah dan jus sayur. Misalnya pisang, pepaya, apel, wortel dan lain-lain. Setelah 7 bulan bayi bisa diberikan makanan dengan tekstur yang lebih kasar misalnya nasi tim yang disaring halus.

Cara memberi makanan pendamping asi
Sistem pencernaan pada bayi usia 6 bulan baru terbentuk dan belum sepenuhnya sempurna. Karena itu dalam memberi makanan pendamping air susu ibu harus ekstra hati-hati dan bertahap. Perhatikan reaksi buah hati anda saat memperkenalkan makanan atau minuman tersebut. Jangan sampai kita terus memberinya makanan sementara bayi sudah menunjukkan tanda-tanda penolakan.

Berikut beberapa cara memberi dan mengenalkan makanan pendamping asi untuk si buah hati :
  1. Karena sifatnya mengenalkan, maka berikan makanan MPASI dalam jumlah sedikit.
  2. Pengenalan makanan untuk mendampingi asi sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang.
  3. Coba taruh makanan di dekat bayi namun tidak menawarkannya, biasanya bayi akan mau mencobanya jika ditemani.
  4. Selama masa pengenalan orang tua juga memberi contoh, misalnya pura-pura ikut mencicipi makanan.
  5. Memberi makanan pendamping harus serileks mungkin, sehingga anak menunjukkan minatnya serta tidak takut mencoba.
  6. Secara bertahap tambahkan makanan baru pada makanan kesukaannya.
  7. Segera hentikan jika pendamping asi tersebut menyebabkan bayi anda muntah atau gejala mau muntah. Selanjunya ganti dengan makanan lain yang sejenis.