Tampilkan postingan dengan label kegiatan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2013

Olahraga Untuk Anak Dan Balita

Balita membutuhkan aktivitas fisik untuk merangsang pertumbuhan motorik kasarnya. Karena itu, dorong si kecil untuk melakukan aktivitas fisik. Kenalkan olahraga dalam aktivitas hariannya sehingga ia tak terlalu tertarik dengan televisi. Balita yang kurang bergerak bukan cuma berisiko terkena obesitas tapi juga bermasalah dengan perkembangan mental. Kemampuan sosialnya pun terhambat.

Mengajak balita berolahraga tak perlu paksaan. Pada umumnya, balita akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. Jika orang tua nyaman jogging pagi, ajak si kecil ikut serta. Biarkan dia mengendarai sepeda kecilnya. Kalau Anda punya binatang peliharaan anjing, sekalian saja ajak peliharaan jalan-jalan. Balita berusia 4-5 tahun biasanya sudah suka bersepeda.

Pada akhir pekan, beri variasi. Ajak si kecil berenang, misalnya. Tidak usah memintanya untuk berenang dengan benar, kok. Cukup ajak ia menggerakkan tubuhnya di dalam air. Pilih kolam yang aman. Anak-anak yang berusia lebih kecil juga bisa diajak berenang. Saat ini juga sudah banyak layanan renang bayi atau baby spa. Tidak perlu khawatir si kecil akan tenggelam, yang penting Anda full perhatian saat menjaganya.

Anak-anak usia 4-5 tahun juga sudah bisa diajak bersenam. Mereka bisa menggerakkan badan ke kiri dan kanan, depan dan belakang. Sertai dengan musik menarik, maka balita bisa menikmati acara olahraganya. Jika ingin mencoba, boleh saja Anda mendaftarkan si kecil pada kelas balet. Ini berguna untuk struktur dan postur tubuh si kecil.

Untuk anak-anak lebih besar, ajak mereka untuk main bola. Anda boleh mendaftarkan ke klub olahraga namun jangan dipaksakan. Tujuan anak berolahraga dalam sebuah klub ialah bersenang-senang dan menikmati aktivitas olahraga, bukan untuk mencetak juara cilik.

Sesekali mengajak si kecil ke wahana outbound juga akan bermanfaat bagi fisik dan mentalnya. Anak-anak akan menjajal hal baru. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri. Berdiri melalui titian misalnya, melatih keseimbangan. Bermain fly fox juga akan memupuk keberanian si kecil. Namun, jangan pernah memaksanya. Jika ia sudah terlanjur ketakutan, tak perlu memaksa dan membujuk, apalagi mengancam. Ingat, fokus utama ialah untuk menumbuhkan kecintaan anak akan aktivitas fisik yang berguna bagi perkembangan motorik dan mental.

Selasa, 09 April 2013

Kegiatan Untuk Perkembangan Jiwa Anak

Macam-macam kegiatan  dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

A. Kegiatan Aktif

1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.


2. Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.

3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.

4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.

5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.

B. Kegiatan Pasif

1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.

2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.

3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya